Seperti sama-sama kita ketahui tim bulutangkis Indonesia, baik Piala Thomas maupun Piala Uber 2012, gagal meraih prestasi terbaiknya. Malahan sejak keikutsertaan Indonesia di Piala Thomas tahun 1958, baru kali ini tim kita gagal lolos ke babak semifinal. Padahal Indonesia adalah tim tersukses di kejuaraan ini.
Indonesia berhasil meraih 13 kali juara Piala Thomas, bahkan begitu ikut langsung juara (tahun 1958). China yang kemarin meraih gelar masih berada di belakang kita dengan sembilan kali juara.
Dan selama 27 kali penyelenggaraan (sejak tahun 1949), hanya tiga negara yang mampu juara, yaitu Indonesia (13 kali), China (9 kali), dan Malaysia (5 kali).
Sedangkan di Piala Uber, negara terkuatnya adalah China yang pernah juara sebanyak 12 kali, termasuk tahun ini. Piala Uber baru diselenggarakan tahun 1957 (24 kali). Negara lain yang pernah juara adalah Jepang (5 kali), Indonesia (3 kali), Amerika Serikat (3 kali), dan Korea Selatan (1 kali).
Prestasi Indonesia, baik di Piala Thomas maupun Uber, yang terhenti di babak perempat final tentunya menjadi bahan perenungan kita bersama. Ada sejumlah orang yang menyebutkan bahwa tim kita tampil seperti kehilangan motivasi, karena kalau dilihat dari segi teknik, sebenarnya tak jauh beda dengan semifinalis lainnya.
Netter yang luar biasa,
Pada talkshow AW Success Wisdom & Motivation di Jaringan Radio Sonora tadi pagi saya membahas masalah ini. Kita melihat ada kesenjangan antara generasi angkatan Taufik Hidayat yang kini sudah berusia lebih dari 30 tahun, dengan generasi-generasi di bawahnya. Masih diandalkannya Taufik menunjukkan regenerasi kita tidak berjalan mulus. Karena negara lain saja sudah memiliki generasi-generasi pemain yang berusia di awal 20-an yang berprestasi baik. Tampilnya pemain China, Chen Long (23 tahun), yang menjadi tunggal kedua negara itu di final melawan Korea Selatan, menunjukkan mereka bisa melakukan regenerasi dengan baik.
Saya kira kita pun bisa melakukan hal serupa. Kita sudah terbukti mampu juara dan bahkan terbanyak juara di Piala Thomas. Kita tinggal mencoba menelaah kembali kekuarangan apa yang ada dan menggali potensi yang bisa kita optimalkan. Saya yakin, kita bisa melakukannya. Karena, seperti yang saya bahas tadi pagi, sesulit apa pun, setiap persoalan pasti ada solusinya.
Nah, sebentar lagi kita akan mengikuti laga yang tak kalah besarnya, yaitu Olimpiade London 2012 yang akan diselenggarakan 27 Juli - 12 Agustus 2012. Di kejuaraan multi cabang ini kita memiliki tradisi meraih medali emas yang selalu disumbangkan cabang bulutangkis. Karena itu, mari pacu semangat untuk kembali meraih medali emas olimpiade sehingga tradisi selalu meraih medali emas bisa kita pertahankan.
Demikian dari saya, salam sukses luar biasa!
Penulis : Andrie Wongso
Sabtu, 02 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Level 60 Cap has finally arrived in Dragon Nest SEA. This Cap update brings a lot of things to the game. Some good ones and some bad ones...
-
For awhile now, I've been playing as a level 50 Saint in Dragon Nest SEA and based on my experience playing the class, I've managed...
-
Saya dapat ilmu ini dari tetangga sebelah,Semoga bermanfaat kepada pembaca dan saya ucapkan terima kepada anda yang telah berkunjung ke blog...
-
Table Of Contents I. Why Physician II. Skill Build IIa. Academic Tree IIb. Alchemist Tree IIc. Physician Tree III. Skil...
-
Game Marketglory Cara Mendirikan & Menjalankan Pabrik Sekarang ...
-
1. Tips & Trick Level Up (lvl cap 40) Mana Ridge (Cleric,Sorceress,Academic) --lvl 1-7 ikutin main quest + tiap kali run dungeon usah...
-
Hacking PayPal Untuk Beli Barang di Internet Hanya Dengan $ 0,01 seperti yang dikatakan blog ini http://jakabanda.blogspot.com Ini...
-
"Ke-ghaiban hanya milik Allah... Manusia hanya berpengetahuan sedikit tentangnya... Kecuali bagi Mereka yang diberikan Keutamaan......
-
BERDZIKIR SESUDAH SHALAT FARDHU Secara Umum Jenis dzikir ada dua 1.MUTHLAQ Atau dzikir-dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir di...
-
Once upon a time there lived an unhappy young girl. Her mother was dead and her father had married a widow with two daughters. Her stepm...
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar